Pages

Thursday, January 19, 2012

Meneladani akhlak Rasulullah Saw.


Satu atau dua hari lagi kita akan memperingati hari Maulid Nabi Muhammad Saw., Nabi dan Rasul terakhir, manusia mulia yang namanya selalu disebut di dalam dan di luar shalat oleh tiap Muslim di seluruh dunia hingga saat ini.
Salah satu tujuan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. adalah agar kita mengingat kembali perjuangan beliau di dalam menegakkan agama Allah serta meneladani akhlak mulia beliau.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa salah satu sebab diutusnya Rasulullah Saw. adalah untuk memperbaiki dan menyempurnakan akhlak manusia. Bukan sebuah misi yang ringan karena begitu jahiliyahnya masyarakat Arab ketika itu sehingga dakwah beliau banyak ditentang oleh kaumnya sendiri, yaitu kafir Quraisy. Namun Allah Swt. memang sudah memiliki skenario tersendiri dengan mengutus seseorang yang bernama Muhammad bin Abdulllah, seorang yang dikenal memiliki akhlak mulia baik sebelum dia diangkat menjadi Rasul, terlebih lagi setelah beliau diangkat menjadi Rasul.
Akhak mulia Rasulullah Saw. dalam kehidupan sehari-hari memang pengejawantahan dari kandungan nilai-nilai yang terdapat di dalam Al-Qur'an, begitu ujar istri beliau yaitu, Sayyidatina Aisyah ra. ketika ditanya oleh para sahabat bagaimana sebenarnya akhak Rasulullah Saw. Sayyidatina Aisyah ra. dengan lugas mejawab bahwa akhlak beliau adalah Al-Qur'an.
Kini 14 abad sudah berlalu, namun kita masih rutin mendengar di saat khutbah atau ceramah dalam peringatan hari besar Islam tentang akhak mulia yang menjadi keistimewaan tersendiri dari sosok Rasul akhir zaman, Rasulullah Saw.
Dakwah yang beliau lakukan tidak hanya berkisar soal bagaimana menyembah Allah Yang Maha Esa tapi juga kepada bagaimana bersikap yang terpuji dalam bergaul kepada setiap makhluk.
Jika selama ini kita mendapati beberapa buku atau e-book dengan membawa-bawa 'paten Nabi', seperti sifat shalat Nabi, tata cara wudhu Nabi, tata cara berhaji Nabi, maka tidak ada salahnya jika kita menekankan kepada sisi lain dari Nabi yang juga cukup penting, yaitu akhlak keseharian Nabi. Sisi ini sepertinya kurang mendapat porsi, padahal peranannya akan sangat vital dalam memajukan umat sehingga nantinya akan kita dapati umat yang 'kaaffah' atau menyeluruh, sehat dalam dan luarnya serta bagus kulit dan isinya.
Jika buku atau e-book seperti sifat shalat Nabi, tata cara wudhu Nabi, itu dapat menimbulkan pro-kontra dikarenakan perbedaan pemahaman fiqih, maka lain halnya seandainya yang disoroti adalah akhlak keseharian Nabi, karena berbicara akhlak berarti kita berbicara tentang nilai-nilai kebaikan yang umum berlaku di masyarakat yang boleh jadi berlaku secara luas dimanapun juga kita berada.
Bagaimana sebenarnya akhlak keseharian Nabi?
Dalam ribuan hadits yang terkumpul, akan kita dapati bagaimana perilaku beliau, bagaimana perilaku beliau di rumah tangga, bagaimana perilaku beliau selaku pemimpin umat, bagaimana sikap beliau terhadap tamu, tetangga, non-Muslim, orang tua, anak muda, anak-anak yatim, fakir miskin dan yang lain-lainnya.
Dalam Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 128 disebutkan:
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
Beberapa keutamaan sifat dari Rasulullah Saw. disebutkan dalam ayat di atas mulai dari penuh belas kasih, penyayang dan peduli kepada umat, bahkan sampai di akhir hayatnya beliau tetap mengingat-ngingat umatnya.
Sifat terpuji lainnya yang mencerminkan kemuliaan akhlak beliau adalah tidak pernah membeda-bedakan orang, beliau memandang sama kepada setiap orang, tidak mempedulikan harta, turunan, pangkat atau warna kulit.
Coba tengok 4 sahabat beliau yang bervariasi:
- Bilal bin Rabah ra., seorang budak hitam kelam
- Salman Al-Farisy, seorang Persia
- Abdurrahman bin Auf, seorang saudagar kaya raya
- Mush'ab bin Umair, seorang bangsawan Quraisy
4 Sahabat di atas datang dari latar belakang yang berbeda, namun keempatnya memeluk agama Islam karena melihat kebenaran ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah Saw. serta keluhuran akhlak yang ditunjukkan oleh pembawanya.
Perbanyak shalawat jika mencintai Rasulullah Saw.
Selain meneladani sifat-sifat terpuji yang dimiliki oleh Rasulullah Saw., ada satu hal lagi yang dapat menambah kecintaan kita kepada beliau, yaitu dengan membaca shalawat.
Dalam kitab Sunan at-Tirmidzi, Abdullah bin Mas'ud ra. menuturkan sabda Rasulullah Saw., "Pada hari kiamat nanti, manusia paling utama bagiku adalah mereka yang paling banyak melantunkan shalawat kepadaku."
Betapa besarnya keutamaan bershalawat kepada Rasulullah Saw. dan betapa Rasulullah Saw. telah memberikan kita jalan agar dapat terus memperoleh kebaikan dan syafaatnya walaupun beliau telah wafat 14 abad silam.
Mari kita memperbanyak membaca shalawat kepada Rasulullah Saw., siapapun juga diantara kita yang mengaku umat beliau, tumbuhkan kecintaan kepada beliau dengan rutin mengucapkan shalawat. Rasulullah Saw. bukan cuma milik mereka yang mengaku keturunannya, atau bukan cuma milik orang Arab saja, tapi Rasulullah Saw. adalah milik umat sehingga cintailah beliau melebihi cinta kita kepada makhluk yang lain.
Salah satu shalawat yang beliau anjurkan untuk dibaca adalah shalawat Ibrahim (Ibrahimiyah):
Allahumma sholli 'alaa Sayyidina Muhammad wa 'ala aali Sayyidina Muhammad, kamaa sholaita 'ala Sayyidina Ibrahim wa 'ala aali Sayyidina Ibrahim. Innaka hamiidun majiid.
Allahumma baarik ala Sayyidina Muhammad wa ala aali Sayyidina Muhammad, kamaa baarokta 'ala Sayyidina Ibrahim wa 'ala aali Sayyidina Ibrahim. Innaka hamiidun majiid.
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad dan kepada keluarga Sayyidina Muhammad, sebagaimana engkau melimpahkan shalawat kepada Sayyidina Ibrahim dan kepada keluarga Sayyidina Ibrahim. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
Ya Allah, berkatilah kepada Sayyidina Muhammad dan kepada keluarga Sayyidina Muhammad, sebagaimana Engkau memberkati kepada Sayyidina Ibrahim dan kepada keluarga Sayyidina Ibrahim. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

2 comments:

  1. mantap ,coba bikin tulisan baru dong bhen yang orisinil yuuuuk,,...:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahhh boleh tuhh ..!!
      kapan qta bikin ya

      Delete